Kaki Palsu

Apabila Anda membutuhkan kaki palsu untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari, maka tentu Anda perlu memilih penjual yang terpercaya. Dengan begitu, Anda tak hanya mendapatkan alat bantu kaki tersebut tetapi juga mendapatkan kualitas yang bagus dan dapat digunakan dengan waktu lama. Yayasan Peduli Tuna Daksa adalah solusi tepat bagi Anda yang ingin membeli alat tersebut.

Kaki palsu sendiri sudah didesain agar dapat digunakan dengan tepat. Dengan begitu, setiap kegiatan maupun aktivitas yang melibatkan kaki dapat dilakukan dengan baik seperti pada umumnya. Lantas, untuk bisa menggunakan alat tersebut bagaimana cara pemasangannya dengan tepat? Berikut beberapa proses pemasangannya yang bisa Anda simak.

  1. Terlebih dahulu pastikan kesehatan pada daerah kaki yang ingin dipasangi kaki palsu
  2. Selanjutnya, lakukan pengukuran strump atau ujung tubuh yang diamputasi. Hal tersebut dilakukan agar kaki palsu sesuai dan dapat digunakan dengan pas.
  3. Selanjutnya Anda bisa meminta untuk membuat cetakan kaki dari plester pada Yayasan Peduli Tuna Daksa.
  4. Selanjutnya, desain soket atau penyangka dengan lebih nyaman.
  5. Tambahkan lagi poros pada calon kaki palsu agar mudah digunakan.
  6. Terakhir, perindah kaki palsu tersebut agar sesuai dengan estetika tubuh.

Alat bantu kaki yang sudah dibuat tersebut umumnya dapat Anda gunakan pada sepuluh hari atau dua minggu setelah melakukan operasi pada kaki. Jika tidak, maka hal tersebut tergantung pada kondisi kaki, luka kaki, ataupun proses penyembuhan setelah operasi. 

Untuk memasangnya sendiri, Anda perlu melakukan yang namanya desensitisasi pada kulit yang ada disekitar stump. Ini merupakan proses pengurangan tingkat sensitivitas kulit pada sekitar bagian pangkal yang akan dipasangi kaki. Dengan begitu, penggunaan kaki palsu pun dapat dipakai dengan lebih nyaman.

Kemudian saat Anda memakai kaki tersebut ada baiknya untuk tetap melatih otot-otot yang ada pada sekitar kaki. Anda bisa meminta bantuan kepada ahli fisioterapi untuk terus membiasakan diri dalam memakai alat bantu anggota tubuh tersebut untuk bergerak dan melakukan aktivitas layaknya orang normal pada umumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *